Rancang Bangun Sistem Interferensi Sinyal Ponsel Terjadwal Berbasis Ambang Batas RSSI Untuk Penguatan Disiplin Taruna Di Lingkungan Asrama Militer
DOI:
https://doi.org/10.59447/esdj.v2i1.229Keywords:
interferensi sinyal, RSSI, Arduino, disiplin taruna, asrama militerAbstract
Lingkungan pendidikan militer menuntut kedisiplinan dan keamanan informasi yang tinggi, namun pengawasan manual terhadap penggunaan telepon seluler di asrama taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) masih menghadapi kendala kapasitas personel dan cakupan area. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan sistem interferensi sinyal ponsel terjadwal berbasis ambang batas Received Signal Strength Indicator (RSSI) sebagai instrumen teknologi untuk memperkuat penegakan disiplin taruna. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi studi literatur, perancangan arsitektur sistem berbasis mikrokontroler Arduino, pembuatan prototipe, dan uji coba laboratorium serta lapangan di Gedung Candrasa AAL. Sistem mengintegrasikan modul deteksi RF dengan IC LM358, modul Real-Time Clock (RTC) DS3231, modul jammer GSM 0,5 watt, dan antarmuka indikator, yang dikendalikan secara terprogram untuk beroperasi otomatis pada pukul 22.00–04.00 WIB atau secara manual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modul deteksi mampu mendeteksi sinyal ponsel secara stabil pada radius hingga ±30 cm dengan akurasi tinggi, sedangkan modul jammer efektif menginterferensi sinyal GSM dalam radius ±1 meter tanpa menimbulkan gangguan signifikan di luar area target. Implementasi sistem terbukti menurunkan pelanggaran penggunaan ponsel pada jam malam dan mendukung terciptanya iklim disiplin yang lebih terkendali. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui penambahan fitur klasifikasi protokol sinyal dan sistem pencatatan data terpusat berbasis Internet of Things.

